Total Tayangan Halaman

Selasa, 06 September 2011

SEX DAN MANFAATNYA

Seks itu Nikmat dan Sehat
Sejumlah penelitian memperlihatkan bahwa aktivitas seksual yang dilakukan secara teratur, bersih, dan sehat, memberikan banyak manfaat. Khasiatnya, dari mengobati sakit kepala hingga mengurangi risiko terkena kanker payudara! Khasiat lainnya? Lebih menjanjikan lagi!

Seks meningkatkan kesehatan dan kebahagiaan.
"Orang yang melakukan aktivitas seksual jarang mengalami sakit. Ia juga merupakan tipe orang yang senang berteman dan amat menikmati hidupnya," begitu kesimpulan Dr. Ted Mcllvenna dari San Fransisco's Intstitute for Advanced Study of Human Sexuality. Kabar menyenangkan lainnya datang dari Alex Comport, konsultan seks, yang telah melakukan observasi tentang kehidupan seksual manusia selama 20 tahun. "Orang yang melakukan aktivitas seksual memiliki harapan hidup lebih lama," katanya.

Seks mengatur hormon
Dr. Winnifred Culter, direktur The Athena Institute for Wommen's Wellness di Pennsylvania melihat bahwa, wanita yang melakukan hubungan seksual setidaknya sekali seminggu, siklus menstruasinya bakal normal dibandingkan wanita yang tidak menikah atau selibat.

Seks meningkatkan estrogen
Cutler juga mendapatkan bahwa wanita yang menikmati hubungan seksual yang dilakukannya secara teratur, memiliki tingkat estrogen yang lebih tinggi dalam darah. Estrogen ini bermanfaat untuk menjaga kesehatan jantung, merendahkan kadar kolesterol namun meningkatkan kolesterol positif, memelihara kepadatan tulang, menjaga kulit tetap kenyal, dan mencegah deperesi.

Seks membakar kalori
Dr. Alfred Franger, professor obstetri dan ginekologi di Medical College of Wisconsin memperkirakan, selama melakukan hubungan seksual, sebanyak 4,2 kalori dari tubuh wanita akan terbakar di tiap menitnya. Bandingkan dengan saat Anda bermain tenis, yang cuma sanggup membakar 4 kalori per menit! Seks menguatkan otot panggul Itu jika dilakukan secara teratur. Demikian pendapat Giovanna Ciccarelli, instruktur fitness di NYC's Equinox Fitness Center. Ketika terjadi kontraksi saat Anda mengalami orgasme, saat itulah otot panggul Anda berkontraksi keras yang kemudian akan lebih menguatkan tubuh, perut, dan punggung Anda.

Seks menghilangkan kram saat menstruasi
Kontraksi uterine selama orgasme dapat menjadi penolong untuk mengurangi rasa yang tidak menyamankan di masa-masa menjelang menstruasi. Biasanya menjelang menstruasi, zat cair atau gas yang berada di daerah sekitar panggul akan bertambah. Inilah yang menyebabkan rasa kembung dan kenyang di perut. Sedangkan kram terjadi karena adanya iritasi di garis endometris yang disebabkan oleh hormon prostaglandin. Nah, orgasme mungkin dapat membantu menghilangkan 'garis' ini, merendahkan kadar prostaglandin, dan mengurangi rasa sakit saat menstruasi.



Seks meningkatkan sistem kekebalan tubuh
Dr. Dudley Chapman, ginekolog yang telah melakukan peneltian terhadap 24 pasien penderita kanker payudara mendapatkan, mereka yang pernah mengalami atau mencapai orgasme secara teratur, memiliki kekebalan tubuh yang lebih kuat dalam menghadapi penyakit, dibandingkan dengan yang tidak. Karena orgasme akan meningkatkan sel-sel yang berfungsi untuk melawan infeksi penyakit hingga 20 persen. Seks mengurangi stres Anda tak perlu repot-repot mencari ekstasi. Karena aktivitas seksual telah menyediakannya secara alami. Boleh percaya boleh tidak, orgasme bak obat penenang. Ketika Anda mengalami orgasme, di mana otot-otot Anda mengejang, saat itu Anda mengalami saat-saat yang relaks dan menyenangkan. Hal ini dapat menjelaskan penemuan Institute for Advanced Study of Human Sexuality bahwa, orang yang memilki kehidupan seksual yang baik, mereka jarang merasa khawatir, cemas, gelisah, ramah, tidak pemberang dan tidak memiliki sikap bermusuhan. Cinta damai lah!

Seks meringankan rasa sakit
Orgasme merupakan obat penahan sakit alamiah. Beverly Whipple dan Barry Komisaruk dari Universitas Rutgers menemukan, wanita yang menderita radang sendi atau menderita sakit urat leher, dapat memperoleh jalan untuk meringankan penderitaannya, melalui kegiatan seksual. Karena orgasme yang teratur, dapat mengurangi rasa sakit tersebut.

Seks mengobati sakit kepala
Orgaseme juga bisa menjadi obat untuk meredakan bahkan menghilangkan migrain. Dr. James Crouch dari Southern Illionis School of Medicine, telah mempelajari 25 penderita migrain. Lalu semua pasien itu diminta melakukan hubungan seksual hingga mencapai orgasme. Hasilnya, sembilan di antaranya melaporkan sakit kepala mereka hilang begitu mereka mengalami orgasme. Sedangkan sisanya bilang, "Kami terbebas dari penderitaan!" (dipa jo evnu/berbagai sumber)

KlinikNet  Indonesia Online Health Directory

Jumat, 02 September 2011

Manfaat Hormon Cinta Oksitosin

Menjalin dan membina hubungan jangka panjang seperti pernikahan tidaklah mudah. Para ahli dan penasehat perkawinan selalu menyebutkan pentingnya komunikasi positif untuk membina keluarga yang harmonis.

Baru-baru ini sebuah tim dari Swiss menemukan manfaat hormon cinta yang baru diketahui dan disebut-sebut dapat membantu menghilangkan konflik-konflik dalam rumah tangga.
Hormon cinta itu bernama Oksitosin (Oxytocin), di otak dia berfungsi sebagai neurotrasnmitter. Oksitosin telah digunakan selama bertahun-tahun melalui proses-proses seperti kelahiran dan menyusui. Oksitosin bermanfaat untuk mengurangi rasa cemas dan stres, hormon ini juga menciptakan perasaan nyaman, gairah, empati, ikatan dan seksualitas.
Para peneliti dari Swiss melakukan penelitian tentang manfaat hormon oksitosin pada interaksi hubungan suami istri untuk membantu terjalinnya komunikasi yang lebih baik. Di pasaran, oksitosin dijual dibawah label ‘Liquid Trus” dan sering juga disebut “Cuddle Chemical”.

Untuk keperluan studi, para peneliti merekrut beberapa pasangan suami istri yang dibagi secara acak menjadi dua kelompok: satu kelompok peserta diberikan oksitosin intranasal dan kelompok lainnya menerima plasebo, dalam bentuk semprot hidung. Setelah itu setiap pasangan dilibatkan dalam diskusi yang tajam di lingkungan laboratorium. Para ahli menganalisis efek dari hormon yang diberikan kepada setiap pasangan dan menemukan bahwa hormon oksitosin mampu menurunkan tingkat stres dan dapat meningkatkan perilaku komunikasi yang positif, jika dibandingkan dengan pasangan yang menggunakan plasebo.
“Kami baru memahami efek kuat dari hormon oksitosin dan bahan kimia yang dikeluarkan oleh tubuh dalam konteks interaksi sosial,” komentar John Krystal, MD, editor Biological Psychiatry dan menambahkan bahwa para ilmuwan berharap untuk menjajaki penggunaan farmakologis oksitosin dalam rangka memfasilitasi komunikasi positif, dan menurunkan tingkat stres antara pasangan yang mengalami kesulitan mengambil keputusan ketika berdiskusi tentang urusan-urusan rumah tangga.

Penulis utama dari studi ini, Beate Ditzen mengatakan bahwa penelitian ini adalah yang pertama dari jenisnya dan sangat penting karena menganalisis perilaku pasangan secara real-time dan alami. Menurut Ditzen, hormon dapat membantu para ilmuwan meningkatkan efek dari pengobatan standar yang digunakan selama ini, seperti pada terapi perilaku kognitif dengan menciptakan suasana interaksi sosial yang mudah bagi semua orang. “Kemungkinan besar, terapi hormon ini tidak akan mengganti pengobatan standar yang biasa dilakukan”, kata Ditzen.

Para peneliti mengingatkan bahwa penelitian ini tidak menunjukkan bahwa hormon oksitosin harus digunakan sebagai pengobatan yang independen, selain itu efek dari penggunaan hormon secara berulang juga belum diperiksa. Penelitian sebelumnya tentang hormon oksitosin, yang diterbitkan pada bulan Juli 1999 di jurnal Psychiatry, sampai pada kesimpulan bahwa hormon ini mungkin adalah penengah yang baik dalam pengalaman emosional bagi hubugan-hubungan emosional yang sangat dekat.

Penelitian lain yang ditulis oleh Rebecca Turner, PhD, dari University of California, menemukan bahwa oksitosin adalah hormon yang sangat kuat yang mendorong keterikatan antara manusia. Oksitosin adalah reaksi alami tubuh dalam menanggapi perasaan kebahagiaan, dan hormon yang bekerja untuk menciptakan ikatan antara ibu dan bayi setelah lahir.